Lomba Fragmen Budi Pekerti tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur merupakan bentuk nyata apresiasi pemerintah terhadap karya peserta didik dalam bermain peran. Karya peserta didik tersebut diadaptasi melalui cerita legenda/ folklor daerah masing-masing. Tidak hanya itu, pemerintah berharap melaui lomba tersebut, pendidikan karakter kepada peserta didik khususnya tingkat SMA/ SMK dapat teraktualisasi.

Teater Kejoran dan Pembina

 

Lomba tersebut diikuti oleh 38 sekolah SMK dan SMA se- Jawa Timur yang terbagi menjadi dua gelombang pertunjukan yaitu 16-17 Oktober 2018 tingkat SMA dan 17-18 Oktober 2018 tingkat SMK. Dari kabupaten Jombang, Cabdin mengirim SMAN 1 dan SMKN 3. SMK Negeri 3, tetater kejora, yang selama ini belum pernah mengikuti lomba tingkat Provinsi sempat terkejud bahagia dan juga sempat gamang mendapatkan kesempatan tersebut. Menjadi pengalaman pertama yang harus disiapkan matang. Tidak mengulur waktu, Kejora menyiapkan mulai dari unsur intrinsik dan ekstrinsik sekaligus berproses untuk mewujudkan pertunjukan Fragmen Budi Pekerti secara optimal dan sesuai dengan konsep dewan juri. Beberapa aktor dari peserta didik kelas X—XII disiapkan sesuai karakter, instrumen musik, dan beberapa artistik pendukung setting yang tepat.

Penampilan Teater Kejora pada Lomba Fragmen Budi Pekerti SMK tingkat Provinsi Jawa Timur

Rindu itu pun terjawab. Sesuatu yang diharapkan, diinginkan, dan didambakan dalam doa Kejora telah hadir dalam genggaman. Suatu prestasi yang tak terduga menjadi suatu kenyataan yang indah. Kerja keras penuh cinta Kejora terbayar dengan tropi juara harapan II lomba Fragmen Budi Pekerti SMK tingkat Provinsi Jawa Timur. Terima kasih anak Kejora, Adelia Dwi Cahyani, Bayu Fahmi Triyadi, Rifki Nur Rohman,Ilham Liorahmat, Ahmad Yanualdi Wiby Saputra, Robby Santoro, Norma Arieska Rohma, Handy Arif Prasetyo, Syavia Salsabila Azzahra, dan M. Adi Setyawan. “Kalau mendung hitam sudah di atas kepala, jangan larang hujan turun ke bumi. Kalau angin bertiup dengan kencangnya, jangan larang daun-daun berguguran. Kalau senyummu selalu mekar dalam hatiku, jangan larang aku akan tetap setia dan rindu.