Pada hari rabu, 11 April 2018,  dilaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri di Aula SMK Negeri 3 JOMBANG. Kegiatan ini  dimulai pukul 07.00 hingga pukul 10.00 dan merupakan program lanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan.  Seperti kegiatan imunisasi Difteri sebelumnya, kegiatan imunisasi Difteri kali ini dilaksanakan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Jabon, Jombang.

Sebelum pelaksanaan imunisasi Difteri, petugas kesehatan terlebih dahulu memberikan pengarahan kepada siswa peserta imunisasi tentang bahaya yang diakibatkan oleh penyakit Difteri, dampak yang ditimbulkan dan bagaimana cara mencegahnya.

Pengarahan tentang bahaya Difteri oleh petugas puskesmas Jabon Jombang

Selanjutnya, Bapak Muadim, S.Pd. selaku waka kesiswaan menegaskan kembali bahwa pelaksanaan imunisasi Difteri ini merupakan program pemerintah dalam rangka mencegah menyebarnya penyakit Difteri, terutama di kalangan pelajar. Kegiatan ini merupakan kegiatan susulan bagi siswa yang belum melakukan imunisasi Difteri dikarenakan masih menjalankan tugas prakerin.

Pelaksanaan imunisasi Difteri di SMK Negeri 3 Jombang ini bersifat suka rela dan tidak memaksa. Sebelum pelaksanaan, sekolah telah memberikan surat izin kepada wali murid untuk persetujuan melakukan imunisasi Difteri’.

Bpk. Muadim memotivasi siswa SMKN 3 Jombang tentang pentingnya melakukan imunisasi Difteri

Dalam melaksanakan kegiatan ini, para petugas kesehatan dibantu oleh siswa anggota PMR SMK Negeri 3 Jombang. Mereka  ikut berpartisipasi mempersiapkan tempat dengan membersihkan aula dan mempersiapkan bangku-bangku untuk antrian siswa yang akan melaksanakan suntik Difteri.

Proses pendataan siswa peserta imunisasi Difteri dibantu oleh anggota PMR SMKN 3 Jombang

Di sela kegiatan imunisasi ini, dr. Ummi Umaiyyah selaku petugas kesehatan dari puskesmas Jabon menyampaikan bahwa tujuan imunisasi Difteri ORI  adalah untuk mencegah bakteri Difteri agar tidak menyebar ke masyarakat luas.

dr. Ummi Umaiyyah memberikan penjelasan kepada tim jurnalistik tentang kegiatan imunisasi Difteri

Beliau juga menjelaskan bahwa pada tahun 2017 terdapat 19 kasus yang berkaitan dengan penyakit Difteri ini. Hal ini dikarenakan kegiatan imunisasi hanya dilakukan di tempat tertentu saja. Maka pada tahun 2018 ini,  diharapkan kegiatan imunisasi Difteri lebih meluas di berbagai kecamatan se-kabupaten Jombang. Target sasaran imunisasi adalah anak usia 1-19 tahun.

Imunisasi Difteri tidak membawa dampak negatif bagi peserta imunisasi. Peserta hanya akan merasakan sedikit rasa nyeri. Akan tetapi, lebih jauh lagi, imunisasi ini akan membawa dampak positif, yaitu dapat memutuskan mata rantai bakteri Difteri. Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi Difteri ini antara lain penyakit tetanus atau kejang kejang kekakuan pada otot, polio, miningitis/radang otak,  TBC dan seterusnya.

Salah satu peserta imunisasi Difteri, Muria Devi Andini, dia mengatakan bahwa sebelum melakukan suntik Difteri, dia merasa deg deg-an, takut dan grogi. Namun setelah disuntik, dia merasa lega dan hanya sedikit merasakan nyeri. Muria juga berpesan kepada teman-temannya agar supaya tidak takut diimunisasi karena imunisasi ini sangat baik untuk pertumbuhan dan kekebalan tubuh.

Muria Devi Andini, peserta imunisasi Difteri

Kegiatan imunisasi Difteri ini diliput oleh tim jurnalistik SMK Negeri 3 Jombang, diantaranya Moch Rizki Dian S, Yudha Gautama, Rizky Nur Efendi, Robby Santoro, Sukura Pangestu.

Tim Jurnalistik SMK Negeri 3 Jombang